NOTULENSI LENTERA DISCOURSE #4

Tema              : Filsafat Yunani Kuno
Hari/Tgl.         : Rabu, 15 Mei 2019
Tempat           : Gd. E2 04
Pemateri         : Pancaksara Lukfi
Moderator      : M. Luthfi
Notulen           : Andi Kurniawan
Audiencsi       : 15

v  Pra Diskusi diawali dengan “Kelas Ngabubu-Read” yakni membaca materi tema diskusi dan mereview materi tersebut secara estafet oleh para partisipan diskusi.
v  Kemudian dilanjutkan dengan Live Accoustik by kawan Kholil dengan menyanyikan beberapa lagu Payung Teduh.
DISSCUS IS BEGIN
·       Tales berpendapat bahwa inti atau Core of The Core dari kehidupan adalah air, karena menurutnya segala yang ada di dunia ini adalah hasil dari proses yang bermula dari air.
·       Filsafat tidak dapat dibaca secara mentah mentah dengan percaya begitu saja atas kebenaran yang dijelaskan didalam isi buku. Kita perlu membaca secara kritis dan skeptis tentang kebenrann isi buku. Hal ini perlu dilakukan karena konsep dasar filsafat adalah memberikan fakta tentang realita kehidupan secara analogis agar manusia dapat memahaminya secara praktis.

PLATO & ARISTOTELES
·       Orang orang Arab memanggil Plato dengan sebuta Aflatun, sesungguhnya Plato adalah seorang bangsawan yang justru tidak menjadi politikus namun malah menjadi filosof. Plato menjadi filusuf karena dihukumnya Socrates oleh demokrasi, sehingga Plato menggugat demokrasi sebagai pembunuh orang paling benar di Athena pada saat ini.
·       Aristoteles merupkan murid dari Plato namun beliau sangat menentang Plato melalui serangan keilmuan karena ingin menggantikan Plato sebagai orang yang paling berpengaruh dibidang keilmuan.
·       Plato cenderung menggunakan instrumen mistik untuk menjelaskan keilmuannya hal inilah yang membuat Aristoteles sebagai dasar yang digunakan untuk membantah Plato dengan prinsip empiris keilnuan. Sehungga pengaruh Plato sempat hilang selama 12 abad yang disebabkan oleh Aristoteles sebelum kembali digali dan dipelajari kemudian meletuskan masa pencerahan bangsa Eropa.
·       Pendidikan yang dibangun oleh Plato melalui Academia perlu dikembalikan ke orientasi dasarnya yakni independenitas yang tidak melulu tentang imbalan dan sebagainya. Contohnya :Membuat PKM agar memperoleh dana hibah, membuat jurnal nasional demi mendapatkan reward.
·       Pengetahuan tidak dapat ditransferkan secara langsung melalui diskusi dan kegiatan ajar mengajar di sekolah belaka, pengetahuan hanya dapat diperoleh melalui penjelajahan pengalaman pribadi.

Question Session
1.      Bagaimana dengan sistem pendidikan di Indonesia hari ini yang tidak berkembang yakni hanya dengan memberikan dogma-dogma yang tidak dapat membuat kita berpikir bebas serta progresif menggunakan pikiran kita sendiri?
§  Reply: Dunia hari adalah dunia yang dikendalikan oleh ideologi teknologi, yakni dunia yang menghabiskan waktu kita sehingga menyebabkan kita takut terhadap diri kita sendiri ketika teknologi terhambat atau tiba-tiba padam. Partikel partikel sintesa problematika kehidupan tentang apa yang kita pikirkan sehari-hari dapat keluar melalui berpikir murni tanpa terikat oleh segala hal yang membuat kita tidak dapat berfikir bebas. Maka dari itu dahulu manusia tidak membutuhkan pendidikan sebagaimana pendidikan formal sekarang, mereka hanya cukup bertahan hidup dengan interaksi langsung dengan alam. Hari ini paradigma manusia terhadap pendidikan adalah untuk memperoleh pekerjaan.