NOTULENSI LENTERA DISCOURSE #3

Hari/Tgl.   : Rabu, 1 Mei 2019
Tema        : “Perjuangam Kaum Proletar dari Masa ke Masa”
Pemateri : 1.  M. Shofi Tamam
                   2.  Kristian Elkana
Moderator : Lalu Agsal Fazalani
Notulen      : Andi Kurniawan
Audiencsi  : 18
_________________________________
Pra Diskusi diawali dengan “Kelas Membacot” dengan membaca dan mereview materi secara estafet oleh para partisipan diskusi.
Kemudian disisi dengan Special Perform akuistik oleh kawan Syahrul MuhKholil.
Sejatinya keadaan sosial buruh antara dulu dan sekarang adalah sama, yaitu dalam keadaan taraf hidup yang rendah. atas kesadaran akan segala penindasan hak-hak yang dihanguskan kaum buruh melakukan perjuangan dan puncaknya pada peringatan reevolusi Prancis yang ke 10. Uniknya pergerakan buruh meletus justru terjadi di negara Produsen ketiga yaitu Chicago, Amerika Serikat.
Pada Sejarahnya di Russia kaum buruh hanyalah berjumlah 10% yang mayoritas buta huruf, namun hal ini mampu melakukan revolusi sosialisme
Di Indonesia pertama kali pergerakan buruh dimulai sejak 1920 di Semarang yang dimotori oleh Semaun. Dimasa Orba buruh tidak dapat bergerak untuk memperingati harinya baik melalui perjuangan maupun dengan hal yang lainya karena Orba yang represif.
Kaum buruh dapat berekspresi secara lebih luas pada masa kepemimpinan Presiden SBY tepatnya pada 2013, namun hal ini menuai polemik karena kebebasan tersebut dialih fungsikan secara lobying oleh pemerintah agar buruh tidak melakukan aksi-aksi anarkis.
Miniatur Kaum borjuasi dan proletar modern dapat diidentikan oleh kaum mahasiswa dan kaum pendidikan menengah. Karena mahasiswa erat kaitannya dengan birokrat pemerintah dan aparatur negara dan kaum pendidikan menengah cenderung aksesnya terbatas pada ruang lingkup alat produksi.

Pergerakakn mahaasiswa dalam perjuangan kaum buruh dari masa kemasa.
Keadaan buruh didalam pabrik yang selalu dituntut oleh target produksi membuat kehidupannya tidak berkembang. Ditambah dengan sistem outsourching yang membuat nasib buruh  semakin tak menentu. Selain itu transparansi gaji buruh yang tidak akuntabel memperlihatkan ketidak adilan yang menimpa buruh.
Mental buruh terhadap pemenuhan  haknya sangatlah rendah karena kurangnya advokasi dari berbagai pihak termasuk mahasiswa.
Program-program mahasiswa seperti KKN, KKL dan sebagainya hanya dijadikan sebagai formalitas belaka  tanpa melihat kondisi dan kebutuhna masyarakat akan advokasi.
Orientasi prgerakan oganisasi-organisasi buruh saat ini terbelah oleh branding dan kepentingan politik.
Pendidikan diperkuliahan tidak integral dengan fakta sosial dilapangan, maka dari itu mahasiswa perlu melihat dan memahami kondisi masyarakat secara langsung.

{}:: • Question Sesion  ::{}

1.(Danu)
Hegemoni May Day sudah keluar dari subtansinya, sebenarnya apa faktor-faktor yang melatarbelakangi hal tersebut. Apakah pengaruh dari kaum kapitalis yang menyebarkan dogma-dogma melalui konsumsi –konsumsi maasyarakat sehari-hari seperti sinetron? Afiliasi sossialisme dengan kapitalisme di Tiongkok apakah dapat digambarkan  sebagai kemunduran?
-Reply :(M.S Tamam)
-Media massa khususnya televisi dikuasai oleh kaum kapitalis yang merangkap menjadi politisi sehingga mereka menggunakan medianya untuk memnggiring opini masyarakat menurut kepentingannya di dunia politik sehingga hal ini merenggut asas perimbangan media massa.
- Terdapat dua metode untuk melakukan hegemoni yakni represi dan persuasif, hegemoni di Indonesia ini menggunakan metode hegemoni secara persuasi dalam bentuk wejangan-wejangan dari tokoh masyarakat.
- Kemunduran teori sosialisme di Tiongkok merupakan proses dialektika menurut kebutuhan negaranya.

2.(Luthfi)
1.Pasar bebas telah dikeluarkan oleh pemerintah, apakah ini  merupakan proses kembalinya sistem kembalinya kapitalisme?
Reply :(Elkana)
- Sebenarnya sistem ini merupakan upaya yang dilakukan kapitalisme untuk menyelamatkan diri dari krisis.
2. Ekspansi industri di Jepara sudah sangat pesat sehingga banyak menyerap tenaga kerja yang beralih dari petani ke sektor indusri bahkan telah memasuki dunia pendidikan menengah dengan sosialisasi pabrik ke sekolah, apakah konsep sistem sekolah merupakan hegemoni untuk mengarahkan ke arah pekerja buruh?
Reply :(M.S Tamam)
- Konsep SMK dan Perguruan tinggi didesign untuk mencetak para pekerja.
- Berdirinya pabrik-pabriik di Jepara merupakan awal dari tumbuhnya sistem kapitalisme yang berorientasi pada agribisnis khas kapitalis.
- Sistem pendidikan di Indonesia menerapkan pembeelajaran yang memaksa pelajar untuk patuh dan menjadi buruh.

3.(Amal)
Kapitalisme telah digalakan untuk hancur oleh para penggerak, namun mengapa hati nurani kita masih menganut kapitalisme secara esensial?
Reply : (Elkana)
- Untuk menghancurkan kapitalisme harus dapat membedakan antara produk dan sistem yang perlu dibenahi adalah sistem yang hanya mementingkan kaum pemilik modal dengan mengorbankan hak buruh.

4.(Agung)
1.Apa tanggapan anda tentang sistem kerja yang tidak manusiawi?
Reply :(Elkana)
- Kemanusiaan tidak dapat dilaksanakan didalam kapitalisme hal ini disebabkan karena pekerja hanya menjadi alat tanpa dikenal kemanusiaanya.
2.Apakah kemunduran subtansial pergerakan buruh disebabkan oleh janji-janji manis penguasa ?
Reply : (M. S. Tamam)
- Kenyamanan terjadi karena ketidaktahuan akan peraturan dan pentingnya posisi buruh di perusahaan, mereka hanya terpifikir untuk menafkahi keluarganya.